Nobel rêve: BESWAN DJARUM – Tes Tulis, Psikotes, dan Interview...: Hari Rabu, tanggal 27 Juli 2016. Aku berharap hari ini adalah hadiah ulang tahunku (21 Juli). Yaa.. meskipun sudah kelewat tanggal. Hari...
Welcome to My Blog
This is my personal blog. I hope this blog can give us knowledge, information, and others, and could be useful to those who read it.
ikrima's blog
well ladies, and gentlemen. read it, and hope you get information after you read it.
This is my blog
This is my personal blog. I hope this blog can give us knowledge, information, and others, and could be useful to those who read it.
Selasa, 02 Agustus 2016
BESWAN DJARUM – Tes Tulis, Psikotes, dan Interview
Hari Rabu, tanggal 27 Juli 2016. Aku berharap hari ini adalah
hadiah ulang tahunku (21 Juli). Yaa.. meskipun sudah kelewat tanggal. Hari ini
saya tes Djarum.. tes dimulai pukul 07.30 tapi pukul 07.20 satu gedung hampir
penuh. Saat itu saya sendiri tiba pukul 07.20 jadi saya duduk di barisan
belakang. Sebelum tes dimulai, pihak panitia memberi kami sebuah motivasi lewat
film tentang Djarum Foundation dan para beswan Djarum. Luar biasa. Seketika itu
saya merinding mendengar orang-orang besar menyebutkan namanya dan dari beswan Djarum
mereka dilahirkan untuk berjuang.
Tes Djarum ini ada 4 tahap B-Holic:
1. Tes tulis
2. Tahap Psikotest
3. FGD (Focus Group Discussion)
4. Tahap interview
1. Tes tulis
2. Tahap Psikotest
3. FGD (Focus Group Discussion)
4. Tahap interview
Saat itu, saya sudah siap. Sudah sarapan, tidur cukup supaya tidak
mengantuk (saran dari alumni beswan Djarum. Terimakasih kak J), browsing tentang tes TPA, dan lain sebagainya supaya dapat
referensi, dan soalnya juga tidak jauh beda dan yang tidak kalah penting adalah doa ibu.
Sebelumnya, kami diberi buku, bolpoin dan ID Card seperti ini
B-Holic. Belum apa-apa udah dikasih banyak, apalagi sudah jadi beswan Djarum??
Sebelum tes dimulai, semua peserta diberi waktu 10 menit untuk
menyetting hape mereka supaya tidak mengganggu saat tes dimulai, dan bagi yang
ingin ke toilet dipersilahkan ke toilet. Karena ketika tes dimulai, semua
peserta harus duduk ditempat sampai tes selesai. Dan peserta tes dibagi menjadi
2. Kelompok A dan kelompok B. Saya sendiri termasuk kelompok A. Sedangkan
kelompok A dan kelompok B dilakukan tes secara bersamaan tapi dengan soal yang
berbeda. Ketika kelompok mengerjakan tes TPA, maka kelompok B mengerjakan tes
psikologi, begitu sebaliknya. Jadi pada saat aba-aba diberikan, saya sempat
bingung harus mendengarkan yang mana.
Buku soal sudah dibagikan ke peserta tes seleksi. Jujur, saya
sangat nervous. Entah kenapa tangan saya bergetar begitu cepat. Dimulai dari
tes 1, tes 2 sampai pada tes 6 untuk ujian tes TPA. Saat mengerjakan tes yang
pertama. Everything is okey. Tapi, ketika tes 2 saya kerjakan, otak saya serasa
melemas, saking nervousnya. Tangan saya bergetar lebih cepat. Saking
nervousnya, ketika membaca nomor 13 jawaban yang saya isi adalah nomor 12.
Salah !! padahal di tes 2 ini soalnya lumayan gampang B-Holic. Jadi saran saya
buat B-Holic, Calm down lah saat mengerjakan soal. Karena nervous juga merusak
konsentrasi kalian.
Setelah tes selesai, semua peserta keluar dari gedung. Seperti ayam
yang keluar dari kandangnya. Kalau istilah jawanya, “gerudukan”.
Jam 13.00 pengumuman tes sudah ditempel. Antrian sepanjang antrian
sembako.. jadi terpaksa saya ikut berdesak-desakan. Wal hasil alhamdulillah
tidak terduga, saya LOLOS tahap tes tulis. Setelah lolos tahap tes tulis, semua
peserta yang lolos harap memasuki ruangan kembali untuk tes FGD (Focus Group
Discussion). Tapi, karena mahasiswa yang lolos dari UIN Sunan Ampel hanya 12. Akhirnya,
kami langsung diloloskan ke tahap interview. Jadi saya tidak bisa cerita banyak
tentang tahap FGD ini B-Holic. Maaf yaa..
Pukul 14.00 saya keluar dari ruang karena sudah dinyatakan lolos
tahap interview. Dan saya membaca jadwal interview saya. Saya mendapatkan
urutan terakhir ketika tes interview. Pukul 17.00. otomatis saya harus menunggu
sekitar 3 jam. Sabarr.. semua akan indah pada waktunya.
Saran saya ketika tes interview :
1. Kamu harus bersalaman kepada ibu/bapak yang akan mengetes tahap interview kamu.
2. Jangan sekali-kali duduk sebelum disuruh.
3. Tunjukkan raut wajah senang dan percaya diri.
4. Jujur ketika ditanya.
5. Calm down.
1. Kamu harus bersalaman kepada ibu/bapak yang akan mengetes tahap interview kamu.
2. Jangan sekali-kali duduk sebelum disuruh.
3. Tunjukkan raut wajah senang dan percaya diri.
4. Jujur ketika ditanya.
5. Calm down.
Demikian dulu B-Holic yaa.. kita tunggu cerita selanjutnya, doakan
saya lolos tahap interview ya B-Holic, supaya bisa nge-share ke kalian..
Tanggal 12 September 2016 adalah pengumuman para beswan Djarum. Semoga nama
saya ada di sana. Amiin..
Rabu, 15 Juni 2016
Cincin untuk Jane
“Selamat berproses dek” seorang senior menyalami Jane.
Jane Sherine sudah dilantik menjadi anggota Teater Fakultas Pendidikan
di salah satu Universitas yang ada di Surabaya. Sebuah kalimat yang membuatnya
merinding ketika harus mengatakan “Saya berjanji saya akan mengharumkan nama
Universitas ini dan membangun bangsa Indonesia” seperti mimpi ketika masuk di
Universitas ini. Jane adalah mahasiswa dari kalangan ke bawah. Hampir menetes
air matanya, tapi Jane mencoba menyekanya. Melihat atap gedung nan megah, mata
Jane terus berkedip menahan air matanya. Jane sangat bangga menjadi mahasiswa
di universitas ini. Dalam keluarganya Jane mempunyai dua kakak. Kak Nila, dan
kak Mia. Kedua kakak Jane hanya lulusan SMP.
Acara pelantikan sudah selesai, Jane menatap foto keluarga dalam
dompetnya. “Jane kangen ibu, ayah dan kakak” Jane menangis. Dua bulan lebih
Jane tidak pulang ke rumah. Rumah Jane di Jember. Sehingga mengharuskan Jane
untuk tidak bolak balik Surabaya – Jember. Jane tinggal di asrama.
***
Memasuki semester 2, Jane merasa bahagia. Jane mempunyai banyak
teman dalam jurusan, luar jurusan hingga luar Universitas karena UKM Teater
yang dia ikuti.
“Jane” senior itu memanggil Jane.
Siapa dia? Jane membalas dengan senyum. Jane tidak tahu nama senior
itu.
Senior itu adalah mentornya ketika diskusi di UKM Teater. Jane
bertanya kepada temannya siapa nama senior itu?. “Namanya Mario” sahut Tea ,
sahabat Jane. Jane mengangguk-angguk paham.
“Mau kemana Jane?” senior itu menyapa lagi.
“Eh,, ini kak mau ke asrama, udah selesai kuliahnya” jawab Jane
singkat.
Sepertinya kakak itu hafal dengan nama Jane. Selalu menegur sapa.
Mulai dari situ Jane merasa aneh dengan perasaannya. Mungkin Jane
suka, tapi Jane tidak yakin.
***
Semester 2 pun selesai, saatnya liburan. Dua bulan liburan selama
kuliah dihabiskan Jane bersama keluarganya di Jember. Jane sangat meindukan keluarganya.
Liburan itu pun selesai, Jane bertemu kak Mario di kampus. Kak
Mario tersenyum kepada Jane dengan lesung pipi di sebelah kanan pipinya. Manis.
Jane duduk dibangku panjang di gazebo kampus. Suasana kampus sore
hari sangat menyenangkan. Langit membiru. Burung-burung terbang menuju
sangkarnya seraya membawa makanan dengan patuknya untuk besok pagi. Semilir
udara menerbangkan dedaunan yang kering di bawah tanah. Matahari segera
melarikan diri. Seperti bermusuhan dengan Bulan. Langit pun mulai menguning
dengan sendirinya. Jane menuju asrama, tempat
tinggal Jane selama menjadi mahasiswa.
“Jane” sebuah sms yang tampaknya membuat rasa ingin tahu Jane
memuncak. Siapa orang yang mengirim sms ini?. Untuk kali ini sms itu tidak dibalas
Jane.
“Jane” Sms yang sama dengan kata dan huruf yang sama sekali tidak
berubah. Rasanya Jane ingin membalas sms itu. Akhirnya Jane membalasnya
“Siapa?”
Ternyata si pengirim sms itu adalah kak Mario. Sebulan dua bulan.
Jane merasa perasaannya tidak seperti biasanya. Jane memilih menghindar ketika
bertemu dengan kak Mario. Jane gugup. Mungkin Jane jatuh cinta dengan kak
Mario. Tapi “tidak mungkin” pikir Jane.
“Aku suka kamu Jane. Setelah pelantikan menjadi anggota Teater
kampus aku berpikir bahwa kamu berbeda. Tapi jangan tanyakan mengapa aku
menyukaimu? Aku tidak tahu pasti apa alasannya?” Jane terperanjak kaget melihat
sms dari kak Mario. Jane senang, bingung, dan sedih.
Akhirnya Jane memutuskan untuk menolak kak Mario dengan alasan dia
sudah milik orang lain, Dodi namanya. Dodi adalah mahasiswa Singapore
Management University. Salah satu kampus terbaik di Singapura. Dodi mengambil
program studi Manajemen Bisnis.
***
Kak Mario menjauh. Jane mulai merasa kehilangan. Jane mungkin tahu
bahwa dia menyukai kak Mario tapi Jane tidak mengakui perasaannya karena Jane
memilih setia pada kekasihnya, Dodi.
Rasa sesak di dada Jane semakin menjadi. Oksigen di sekitarnya
seperti tak mencukupi untuk bernapas. Jane menahan air matanya yang jatuh. Jane
mengedipkan mata cepat menahan air mata supaya tak menetes. Jane membuka sebuah
novel sebagai penawar kesedihannya “Daun yang jatuh tak pernah membenci angin”
karya Tere Liye. Jane seakan hanyut dalam novel. Membuat Jane berpikir bahwa
tidak seharusnya menyalahkan diri sendiri bahwa dia membohongi perasaannya
kepada kak Mario.
***
Semester delapan kak Mario pun terlewati. Kak Mario akan lulus pada
bulan Oktober mendatang dan akan melanjutkan S2 di Imperial College Inggris.
Jane penuh sesak ketika harus melepas kak Mario. Jane dan kak Mario tidak
sedekat dulu lagi. Bahkan jane tidak tahu keberangkatan kak Mario ke Inggris.
***
Dua tahun kemudian, kak Mario pulang ke Indonesia dan Jane telah
lulus S1-nya dengan tercatat sebagai lulusan pendidikan bahkan dengan label Cum
laude.
Sebuah acara yang meriah yang diselenggarakan di lapangan gedung
Balai Kota Surabaya. Acara reunian UKM Teater kampus. Jane dan kak Mario pun
bertemu. Jane merasa canggung. Akhirnya Jane memutuskan untuk pulang ke rumah.
Tampak seorang laki-laki mengikuti jalan Jane menuju rumah. Jane
menoleh dan ternyata laki-laki itu adalah kak Mario. Hati Jane berdegup
kencang. Dan pada saat itu pula kak Mario berkata “Will you marry me?”
Jane mengangguk cepat lantaran tidak ingin kehilangan kak Mario
untuk kedua kali. Mario pun menikah dengan Jane dan melanjutkan S3 di Harvard
University dengan ditemani Jane.
Di Amerika Jane bertemu dengan seseorang yang dulu pernah
disayanginya, Dodi. Dia sudah menikah, begitu pun dengan Jane, Jane dan Dodi
sudah meninggalkan kenangan mereka dan keduanya pun bersahabat dan menghabiskan
waktu dengan berjalan-jalan di kota penuh makna itu.
Ikrima (itu sudah nama lengkap saya). Lahir di
Gresik, 21 Juli 1996. Saat ini sedang menempuh program S-1 program studi
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidiyah. Membaca, menulis, bersepeda adalah hobi saya.
Apabila ada yang perlu ditanyakan, silahkan hubungi 085748678146 email: ikrimasiwow@gmail.com, facebook: Ikrimatus Sholihah (https://www.facebook.com/ikrimatussholihah21), Blogspot: ikrimafirst.blogspot.co.id.
Assalamualaikum..
Salam Literasi pecinta sastra seluruh Indonesia !
Minggu, 06 Maret 2016
Jumpai Aku Ya Rasulullah SAW
Aku tidak dapat menggambarkan betapa aku sangat merindukanmu ya Rasulullah.. engkau senantiasa mencintai umatmu tak terkecuali aku. Aku merasa hina dicintai oleh seorang Nabi yang begitu Mulia.
Ketika aku mendengar suatu tuturan dari ustadz-ku. Engkau memiliki
perawakan yang sedang. Tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu pendek. Memiliki
bulu mata yang lentik dan kulit putih yang kemerah-merahan. Rambutmu tidak
ikal dan juga tidak lurus tetapi beralun. Bibirmu lebar menambah senyuman yang
sempurna. Tidak dapat dibayangkan memang betapa indahnya dirimu wahai
Rasulullah. Tidak dapat kubayangkan senyum sempurnamu.
Wahai Rasulullah.. jumpai aku ya Rasulullah.. jika dalam
mimpi aku tidak dapat bertemu denganmu. Semoga aku bisa berjumpa dan berkumpul
di Syurga bersama denganmu dan bersama sahabat-sahabatmu.
Wahai Rasul.. aku begitu sangat merindukanmu. Aku tidak
dapat melukiskan bagaimana kesedihanku tidak dapat berjumpa denganmu. Aku sangat
merindukanmu wahai Rasulku. Mungkin aku sudah beribu-ribu juta orang yang
mengatakan aku sangat merindukanmu.
Wahai Rasulku.. berikan aku syafaatmu, agar aku hidup di
dunia tidak sia-sia begitu saja. cintamu lebih besar kepada kami, umatmu. Terimakasih
Rasulku. Tetapkan iman ini untuk bertakwa kepada Allah dan beriman kepadamu
wahai Rasulku. Aku mencintaimu.
Langganan:
Postingan (Atom)












