Ikrima's Blog

Welcome to My Blog

This is my personal blog. I hope this blog can give us knowledge, information, and others, and could be useful to those who read it.

ikrima's blog

well ladies, and gentlemen. read it, and hope you get information after you read it.

This is my blog

This is my personal blog. I hope this blog can give us knowledge, information, and others, and could be useful to those who read it.

Kamis, 23 April 2015

PGMI's Argument


PGMI kepanjangan dari Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Biasanya terdapat di Universitas Islam, PGMI setara dengan PGSD di universitas umum. Tetapi yang membedakan adalah PGMI didasarkan pada keislaman dan dalam perkuliahan terdapat pelajaran yang mengandung unsur  islam.
PGMI memang dirasa unggul dalam bidang keagamaan daripada PGSD, tetapi kebanyakan pula kinerja dari PGMI belum bisa mencapai standarisasi seperti PGSD. Ini fakta didasarkan pada penelitian pada perbandingan beberapa Universitas.
Di mulai dari program kuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dirasa cukup baik untuk membuat peluang mengajar, tetapi peluang itu sirna karena dalam pembelajaran belum cukup standart, contohnya saja mata kuliah yang diambil yaitu Strategi Pembelajaran, banyak mahasiswa yang belum paham betul mengenai strategi yang dilakukan selama proses pembelajaran.
Yang ditekankan itu bukan pada teori tetapi praktek dari strategi pembelajaran. Dalam pembelajaran, Dosen dirasa cukup untuk mempraktekkan strategi pembelajaran. Mungkin yang mempengaruhi ini adalah minat mahasiswa terhadap mata kuliah Strategi Pembelajaran.
Bagi mahasiswa, Pelajari secara seksama Strategi dalam mengajar dan terapkan itu pada proses mengajar pada Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Kesimpulan dan hikmah yang bisa diambil adalah jadikan semua peluang yang ada di depan matamu itu sangat berharga, raih peluang itu dan jangan dihiraukan begitu saja, karena kesempatan tidak datang kedua kalinya. Where there is a will, there is a way. #KKN

Jodohku dalam proses perbaikan :)


by : ikrima

Jodoh itu takdir atau pilihan? Jodoh adalah rahasia istimewa yang di berikan Allah kepada kita. Jika dibilang pilihan kita, memang jodoh adalah yang seseorang yang kita cintai, yang membuat nyaman, dan bahagia, mungkin lebih dari itu yang memang sengaja kita pilih untuk menjadi sosok imam dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Amiin..
Jodoh itu takdir. Di dalam al-qur’an sudah di sebutkan bahwa Allah yang mengatur jodoh kita, Allah memberi gambaran pada surat An-nur ayat 26 yang berbunyi : “Perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula, sedangkan perempuan-perempuan baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula. Mereka itu bersi dari apa yang dituduhkan orang-orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)”.
Bagi yang belum bertemu jodohnya, sabar dulu ! yakinlah pada diri kalian masing-masing bahwa jodoh kalian tidak akan lari, hilang, ataupun sembunyi. Percayalah bahwa dimanapun dia berada pasti dia akan menemuimu setelah proses perbaikan dirinya. Subhanallah :)
Jadi dapat disimpulkan bahwa jodoh kita adalah cerminan dari diri kita sendiri. Jodoh kita memang pilihan kita, akan tetapi tidak terlepas dari campur tangan Sang Pencipta. Karena sudah dipaparkan bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Disinilah terdapat keterkaitan kontak batin, saling membantu, berbagi kebahagiaan, dan sebagainya. Dan jodoh kita tidak akan ke mana-mana !

harapan penulis : semoga jodohku berada dalam lingkup yang baik, dijaga oleh Allah dan menuju ke perbaikan dirinya begitu juga saya
:) sama-sama memperbaiki diri di sini, dan nanti apabila sudah dirasa cukup untuk itu, insyaAllah, Allah akan mempertemukan kita , dan di beri kebahagiaan yang sesungguhnya sampai maut memisahkan :) Wallahua’lam bis showab..

Selasa, 27 Januari 2015

Speech


السلام عليكم ورحمة الله وبركـاته .

 الحمد لله ربَ العـالمين وبه نستعين على أمور الدنيـا والدين والصـلاة والسلام على سـيَد المرسـلي
محـمَد وعلى اله وصحبه اجمعين . ربَ اشـرح لي صـدري ويسَرلي أمـري واحلل عقـدة من لسـاني يفقـه قـولي ...أمـا بعد : قـال الله تعـالى في كتـابه الكريم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم ( يرفع الله الدين امنوا منكم واللذين اوتوا العـلم درجـات )

المحترمون

سيـادة رئيس البرنامج
سيـادة رئيس المدرسة
سيـادة الاسـاتذ والاسـاتدة
وجميع الاصحـاب الأحبـاء
أيَها الأحبة في الله:

اوَلا هيـَا بنـا نشكر الله تعـالى الذي قد أعطـانا جميع نعمه ومننه علينا حتي نستطيع أن نجتمع في هـذا المكـان المبـارك

ثانيـا صلوات الله وسلامه عسي دائمين متلازمين على سيَدنا وحبيبنا محمَد وعلى اله وصحبه وسلَم
أيَها الأحبة في الله : اقدَم أمـامكم خطبة قصيرة بالموضوع ( أهـمَية التعـلـَم ) كلَ هـذا  ليس الاَ لأمـر أسـاتدتنـا المحبوبة عسى الله أن يوفق مـا سأقول....ـ أمين.

أيهـا الإخوة الأعـزَاء : طلب العـلم فريضة علينا قـال رسول الله صـلى الله عليه وسـلَم ( طلب العلم فـريضة على كـلَ مسلم ) ووجوب طلب العـلم كـافة للرجل والنسـاء , للصغير والكبير حتى قال صـلى الله عليه وسـلَم ( أطلب العلم من المهد الى اللحـد )

أيهـا الإخوة الأعـزَاء : كن عـالمـا ولا تكن جـاهلا  لأنَ الله تعـلى فضَل عبـاده العـالم على الجـاهل ,
 كمـا قال تعـالى في كتـابه الكريم (يرفع الله اللذين امنوا منكم والدين اوتوا العـلم درجـات )
 وكمـا قـال صـلى الله عليه وسـلَم ( فضل العـالم على العـابد كفضل القمر على الكواكب )
 وقـال العلمـاء الأخـيار : ( ليس المـرء يولـد عـالمـا # وليس أخ العـلم كمن هو جـاهل )
أيهـا الإخوة الأعـزَاء : لابدَ أن نغتنم وقتنا بكثرة التعلم وتقليل اللعب لأن التعلم وقت الصغـار يسهل لنا لإقبـال العـلم وقوة في الحفظ, قـال الشـاعر ( التعلم في وقت الصغـار كـالنقش على الحجـر والتعلم في وقت الكـبـار كـالنقش عـلى المـاء )

أيهـا الإخوة الأعـزَاء : ولكن لابدَ لنـا أن نتذكر بأن العـلم لا عمل لا فـائدة لهـا , كمـا قـال ( العـلم بلا عمـل كـالشجر بلا ثمـر ) لـدا هـيَا بنـا نعمـل بمـا عـلمنا حتى ولو لأنفسنا. وأهـمَ شيئا لا تنسى هيا بنا نبرَ والدينا ونحترم اسـاتـذ تنا لأنَ ذلك كـلهـا سبب النجـاح في الـدنيـا ولأخـرة , كمـا قال تعـالى ( يـاأيهـااللذين أمنوا إذا قيل لكم تفسحوا في المجـالس فافسحوا يفسح الله لكم وإذا قيل انشزوا فانشزوا .)

أيها الأحبة في الله,, إذا وجـدتم خطئا في كلامي كل هذا مني,,, وإذا وجدتم ثوابـا فمن الله...وأخيرا هيَـا بنا نختم هذا الكلام بالدعـاء : الَلهم اجعل أعمالنا صالحة، واجعلها لوجهك خالصة، ولا تجعل لأحد فيها شيئًا، يا ربَ العالمين هـدانا الله وإيـاكم أجمعين .

ثمَ السلام عليكم ورحمة الله وبركـاته .

Sabtu, 06 Desember 2014

article


Terdegradasinya Kebudayaan Indonesia

            Kebudayaan merupakan aset yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai ciri khas suatu bangsa. Budaya berasal dari “budi” dan “daya” yang artinya adalah hasil dari ide yang bisa berupa tarian, nyanyian, gamelan, dan lain sebagainya. Kebudayaan juga merupakan aset negara yang harus dijaga dan dipelihara, supaya tidak diklaim atau ditiru negara lain dan bahkan dilupakan masyarakat Indonesia, sehingga hilangnya kebudayaan yang berada di Indonesia berpotensi lebih tinggi.
            Kebudayaan Indonesia sejak zaman 1980-an keadaannya mulai kurang baik, semakin tergeser, terdegradasi, dan tersingkir dari puncak dan pusat perhatian dan kesibukan kita.  Banyak para tokoh budayawan yang berada di negara Indonesia merasakan kemerosotan kebudayaan yang terjadi di Indonesia, tetapi pada saat itu masih ada permasalahan yang diperdebatkan, jadi masih ada hiruk pikuk permasalahan tentang kebudayaan.
            Masyarakat beranggapan bahwa kebudayaan adalah suatu yang tradisional dan perlu untuk ditinggalkan karena mereka berpikir Indonesia perlu berkembang dan maju. Dan nilai- nilai kebudayaan itu di pandang kurang relevan dengan kehidupan masyarakat modern. Anggapan itu adalah salah, karena budaya itu lambang dan karakter, bahkan dengan budaya yang kita miliki, kita harus bangga dan melindungi.
            Penyebab mengapa Malaysia mengklaim budaya-budaya yang ada di negara Indonesia? Karena budaya Indonesia yang beragam dan budayawan kita yang kurang mengerti akan kebudayaan sendiri, namun budayawan malaysia mengerti dan paham akan seluk beluk kebudayaan negara indonesia (khususnya melayu). Malaysia beranggapan bahwa antara Malaysia dengan Indonesia itu lebih tua Malaysia, jadi Malaysia berhak mengklaim kebudayaan Indonesia karena mereka beranggapan kebudayaan Indonesia ada karena kebudayaan Malaysia, jadi asal usul kebudayaan Indonesia berawal dari Malaysia.
            Era globalisasi, tentu akan berpengaruh pada dinamika budaya di setiap negara. Khususnya di Indonesia, hal ini bisa dirasakan dan sangat menonjol saat ini. Begitu bebas budaya yang masuk dari berbagai arus kehidupan. Pribadi yang ramah-tamah juga sangat mendukung masuknya berbagai budaya tersebut. Ditambah lagi generasi muda kita yang terkesan bosan dengan budaya yang mereka anggap kuno. Namun, masuknya budaya dari luar justru kerap berimbas buruk bagi bangsa ini. Misalnya budaya berpakaian yang lebih ke barat-baratan, gaya hidup (life style), segi iptek, maupun adat-istiadat. Semua itu berdampak sangat buruk dan dapat dengan mudah menggeser budaya asli yang ada di Indonesia. Itu artinya Indonesia masih belum siap untuk menerima globalisasi. Para remaja bahkan anak-anak terkena dampak buruk dalam segi iptek. Penyalahgunaan ini disebabkan belum ada filterisasi budaya yang masuk.
Kesadaran generasi muda yang kurang akan pentingnya budaya.
Untuk mempertahankan budaya memang sangat dibutuhkan kesadaran yang kuat. Tidak hanya mengakui tetapi harus ikut serta dalam pelestarian budaya. Dari kesadaran itulah akan muncul upaya-upaya menjaga, melindungi budaya asli daerah sehingga akan tetap utuh. Di samping itu, faktor yang menyebabkan terjadinya pengklaiman budaya Indonesia atas nama Malaysia yaitu pemerintah kurang perhatian terhadap kekayaan budaya nasional. Kurangnya sarana untuk menampilkan budaya asli Indonesia kepada masyarakat luas. Sehingga masyarakat luas kurang mengenal budayanya sendiri. Contoh beberapa produk yang diklaim Malaysia adalah batik, reog ponorogo, masakan rendang dari Sumatra Barat, kuda lumping, lagu rasa sayange, alat musik angklung, gamelan dari Jawa serta tari piring dan masih banyak yang lainnya.
Bahkan pemuda maupun pemudi saat ini banyak yang meninggalkan kebudayaan dalam bersikap dan bertutur kata, seperti halnya berbicara dengan orang tua, kebudayaan untuk berbicara dengan bahasa jawa sudah hilang, dan cara bertutur pun sudah tidak seperti dulu, alasannya hanya karena dampak globalisasi, bahkan ada yang sampai tidak bisa berbicara dengan bahasa kromo (orang jawa).
Membangun kepedulian pemuda-pemudi untuk pelestarian kebudayaan merupakan hal yang tepat untuk dilakukan, karena di tangan pemuda  kebudayaan bisa terselamatkan. Cara untuk membangun kepedulian pemuda-pemudi adalah dengan mengenalkan budaya yang ada di berbagai daerah. Pemuda sebagai “agent of change” dan “agent of control”. Sebagai agen untuk perubahan Indonesia yang lebih baik, berubah untuk ikut andil dalam menjaga dan melestarikan budaya. Dan sebagai pengontrol budaya-budaya yang masuk ke negara Indonesia.
Tetapi pemuda-pemudi tidak boleh 100 persen disalahkan karena pemerintah juga harus bisa menjaga keasrian budaya milik negara. Negara dan pejabat negera hanya memfungsikan kesenian Indonesia untuk kepentingan praktis, karena titik tolak pandangan dan sikapnya masih pada batas bahwa kesenian tradisional dan modern adalah instrumen kegiatan ritual. Kebudayaan masih dianggap instrumen yang berfungsi praktis, umpamanya untuk tujuan pelancongan (turisme) bagi peningkatan sumber devisa negara, para seniman yang mengembangkan etos kebudayaan masih bergulat dengan banyak pihak kearah perbaikan kesenian Indonesia di masa depan. Perlu dipahami kita memperbincangkan terdegradasinya kedudukan kebudayaan sebagai suatu pranata sosial. Itu tidak membicarakan budaya secara detail. Bukan juga nilai budaya masyarakat. Ini perlu ditekankan karena perbincangan tentang terdegrasinya peran sosial budaya sering dipahami secara keliru sebagai kritik atau tuduhan terhadap sosial budaya. Seakan-akan gejala ini merupakan kesalahan pihak budayawan.
Karena budayawan merasa diserang, mereka membela diri dan membela status quo dengan mengatakan kebudayaan sekarang baik- baik saja, kalau ada penilaian yang negatif atas perkembangan budaya, maka itu di anggap sebagai kegagalan atau ketololan para kritikus budaya yang kurang paham kepada kebudayaan.
Kesimpulannya, bukan hanya budayawan, pemuda-pemudi dan pemerintah saja yang disalahkan tetapi masyarakat luas harus ikut serta dalam menjaga, melestarikan keasrian budaya Indonesia. Karena budaya Indonesia adalah milik bersama dan kebanggaan bersama.